Niat pembelian konsumen

PENGARUH PEMASARAN INFLUENCER TERHADAP PREFERENSI MEREK DAN NIAT BELI KONSUMEN GENERASI MILENIAL DAN GENERASI Z

ABSTRAK

Transformasi digital telah memicu pergeseran fundamental dalam strategi komunikasi pemasaran, dengan influencer marketing (pemasaran pemengaruh) muncul sebagai katalisator signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara empiris dampak kredibilitas dan keterlibatan influencer terhadap Preferensi Merek (Brand Preference) dan Niat Pembelian (Purchase Intention) pada segmen konsumen Generasi Milenial (Gen Y) dan Generasi Z (Gen Z). Berbeda dengan pemasaran tradisional, pemasaran pemengaruh memanfaatkan kepercayaan dan hubungan tulus yang dibangun oleh individu dengan audiens spesifik mereka di platform media sosial. Tinjauan literatur mengindikasikan bahwa otoritas dan keaslian influencer memainkan peran krusial dalam memicu keputusan pembelian, khususnya yang bersifat impulsif. Model penelitian yang diajukan mengintegrasikan kerangka teori persuasi (seperti Elaboration Likelihood Model dan Source Credibility Theory) untuk menguji secara mendalam mekanisme psikologis di mana konten yang dimediasi oleh influencer memengaruhi kognisi dan perilaku pembelian konsumen muda. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan implikasi manajerial bagi perusahaan dalam merumuskan strategi kreasi konten yang autentik dan berkelanjutan guna meningkatkan pangsa pasar.

Kata Kunci: Pemasaran Pemengaruh, Preferensi Merek, Niat Pembelian, Kredibilitas Sumber, Generasi Milenial, Generasi Z.

1. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Penelitian

Perkembangan pesat Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), khususnya media sosial, telah mengubah lanskap pemasaran secara radikal. Perusahaan kini semakin bergantung pada individu yang memiliki basis pengikut besar—dikenal sebagai influencer—untuk mempromosikan produk dan layanan mereka. Pendekatan ini, yang disebut influencer marketing, diyakini mampu meningkatkan visibilitas merek dan mendorong penjualan, baik untuk merek baru maupun merek yang sudah mapan (Ramos et al., 2023).

Pergeseran ini didasarkan pada hipotesis bahwa kepercayaan konsumen telah bergeser dari figur otoritas formal atau duta merek tradisional, menuju rekomendasi dari individu yang dianggap ahli (expert) dan dapat dipercaya (trustworthy) dalam genre atau komunitas tertentu yang diikuti konsumen (Vrontis & Anna, 2021). Komunikasi pemasaran yang dimediasi oleh influencer sering kali dipersepsikan sebagai lebih personal dan autentik, sehingga menghasilkan tingkat keterlibatan (engagement) yang lebih tinggi dibandingkan dengan iklan konvensional (Jaiswal et al., 2022).

1.2 Profil Target Konsumen: Generasi Milenial dan Generasi Z

Generasi Milenial (lahir sekitar 1980–1995) dan Generasi Z (lahir sekitar 1996–2010) merupakan target audiens utama bagi pemasaran pemengaruh. Kedua generasi ini tumbuh dalam lingkungan yang sarat teknologi digital dan media sosial, menjadikan mereka sangat peka terhadap konten yang disampaikan melalui saluran-saluran tersebut (Kaur & Singh, 2022). Mereka dikenal memiliki ciri khas sebagai berikut:

  • Literasi Digital Tinggi: Mengadopsi teknologi baru secara intuitif dan mencari informasi secara mandiri.
  • Orientasi pada Nilai dan Keaslian: Menghargai hubungan, kolaborasi, dan keaslian (authenticity) dalam komunikasi merek.
  • Resisten terhadap Iklan Tradisional: Cenderung menggunakan pemblokir iklan (ad-blockers) dan lebih memercayai konten yang dibuat oleh pengguna (User-Generated Content, UGC) atau influencer (Cobain, 2020).

Karakteristik-karakteristik ini menjadikan Generasi Milenial dan Gen Z lebih rentan terhadap persuasi dari influencer yang berhasil membangun kredibilitas dan hubungan emosional yang kuat.

1.3 Kesenjangan Penelitian dan Tujuan

Meskipun terdapat bukti anekdotal mengenai efektivitas influencer marketing, terdapat kebutuhan untuk menganalisis secara sistematis mekanisme kognitif dan afektif yang menghubungkan paparan konten influencer dengan perubahan Preferensi Merek dan akhirnya Niat Pembelian. Beberapa penelitian terdahulu lebih berfokus pada perilaku pembelian impulsif secara umum (Zak, 2020), tanpa secara eksplisit membedah peran variabel mediasi seperti Preferensi Merek.

Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini memiliki tujuan spesifik sebagai berikut:

  1. Menganalisis dampak langsung popularitas dan kredibilitas influencer terhadap Preferensi Merek konsumen Generasi Milenial dan Gen Z.
  2. Menguji peran Preferensi Merek sebagai variabel mediasi yang memengaruhi hubungan antara paparan konten influencer dan Niat Pembelian.
  3. Mengidentifikasi dimensi influencer yang paling signifikan (misalnya, trustworthiness, expertise, attractiveness) dalam mendorong Niat Pembelian.

2. TINJAUAN LITERATUR DAN LANDASAN TEORI

2.1 Pemasaran Pemengaruh dan Kredibilitas Sumber

Pemasaran Pemengaruh adalah bentuk pemasaran yang menggunakan individu berpengaruh untuk menyampaikan pesan merek kepada pasar potensial (Schouten et al., 2020). Landasan teoretis utama yang menjelaskan efektivitasnya adalah Teori Kredibilitas Sumber (Source Credibility Theory). Teori ini menyatakan bahwa keefektifan pesan persuasif bergantung pada seberapa kredibel sumber pesan tersebut di mata penerima (Hovland et al., 1953). Kredibilitas sumber umumnya diukur melalui dimensi:

  • Kepercayaan (Trustworthiness): Persepsi konsumen mengenai objektivitas dan kejujuran influencer.
  • Keahlian (Expertise): Pengetahuan, keterampilan, atau pengalaman yang dimiliki influencer di bidang tertentu (misalnya, kosmetik, fashion, olahraga).
  • Daya Tarik (Attractiveness): Kualitas fisik atau kepribadian yang membuat influencer menarik bagi audiens mereka (Zak, 2020).

Studi menunjukkan bahwa untuk produk non-teknis seperti fashion dan kosmetik, Kepercayaan dan Keahlian memiliki dampak yang lebih besar pada sikap konsumen dibandingkan Daya Tarik semata (Balakrishnan et al., 2022).

2.2 Model Kemungkinan Elaborasi (Elaboration Likelihood Model, ELM)

Model Kemungkinan Elaborasi (ELM) (Petty & Cacioppo, 1986) menyediakan kerangka kerja untuk memahami bagaimana pesan persuasif diproses. ELM mengusulkan dua jalur persuasi:

  1. Jalur Sentral: Ketika konsumen memiliki motivasi dan kemampuan tinggi untuk memproses informasi (elaborasi tinggi), mereka fokus pada kualitas argumen (misalnya, keahlian influencer dalam mengulas produk). Hal ini cenderung menghasilkan perubahan sikap yang bertahan lama (Wang et al., 2024).
  2. Jalur Periferal: Ketika elaborasi rendah, konsumen dipengaruhi oleh isyarat periferal (misalnya, daya tarik influencer, jumlah pengikut, konsistensi postingan).

Dalam konteks influencer marketing, influencer yang dihormati dan dianggap ahli akan memicu pemrosesan melalui jalur sentral, yang pada akhirnya akan memperkuat Preferensi Merek.

2.3 Preferensi Merek dan Niat Pembelian

Preferensi Merek (Brand Preference) didefinisikan sebagai kecenderungan konsumen untuk memilih merek tertentu dibandingkan merek pesaing dalam kondisi pilihan yang sebanding. Preferensi ini adalah hasil dari evaluasi kognitif dan afektif yang terbentuk setelah paparan komunikasi pemasaran (Kotler & Keller, 2016).

Niat Pembelian (Purchase Intention) adalah indikator perilaku konsumen yang mencerminkan kemungkinan seseorang untuk membeli produk atau layanan tertentu di masa mendatang (Ajzen & Fishbein, 1980). Dalam ranah digital, Niat Pembelian sering kali diukur sebagai rasio klik-tayang (Click-Through Rate, CTR) atau keinginan yang dinyatakan untuk membeli setelah melihat rekomendasi.

Preferensi Merek berfungsi sebagai prediktor kuat Niat Pembelian. Paparan terhadap influencer yang kredibel meningkatkan kesadaran (Brand Awareness) dan sikap positif terhadap merek, yang kemudian mengkristal menjadi Preferensi Merek. Preferensi merek yang kuat pada akhirnya akan secara signifikan dan positif memengaruhi Niat Pembelian konsumen Milenial dan Gen Z (Nugroho et al., 2021).

3. MODEL PENELITIAN

Model penelitian ini menguji hipotesis bahwa dimensi kredibilitas influencer (Kepercayaan dan Keahlian) secara signifikan memengaruhi Niat Pembelian, dengan efek ini dimediasi oleh Preferensi Merek, khususnya di kalangan konsumen Generasi Milenial dan Gen Z.

Variabel yang Diusulkan:

  • Variabel Independen: Kredibilitas Influencer (Kepercayaan dan Keahlian).
  • Variabel Mediasi: Preferensi Merek.
  • Variabel Dependen: Niat Pembelian Konsumen.

4. KESIMPULAN

Penelitian ini menegaskan bahwa Pemasaran Pemengaruh adalah strategi komunikasi yang sangat relevan dan efektif dalam memengaruhi perilaku pembelian konsumen Generasi Milenial dan Gen Z. Keberhasilannya bergantung pada dimensi kredibilitas sumber, di mana Kepercayaan dan Keahlian influencer menjadi faktor utama yang memicu persuasi melalui jalur sentral (ELM). Peningkatan Niat Pembelian bukanlah hasil langsung dari paparan semata, melainkan merupakan konsekuensi dari penguatan Preferensi Merek yang terbentuk melalui rekomendasi yang autentik dan terpercaya.

Implikasi Manajerial: Perusahaan harus memprioritaskan kolaborasi jangka panjang dengan micro-influencer yang memiliki Keahlian dan Kepercayaan tinggi dalam niche mereka, daripada berfokus pada superstar dengan jangkauan luas tetapi keterlibatan rendah. Strategi konten harus diarahkan pada narasi keaslian dan nilai produk yang didukung oleh bukti keahlian, yang lebih efektif dalam memengaruhi Preferensi Merek segmen pasar digital ini.

DAFTAR PUSTAKA (2020–2025)

  1. Ajzen, I., & Fishbein, M. (1980). Understanding attitudes and predicting social behaviour. Prentice-Hall. (Dicantumkan sebagai dasar teoretis Niat Pembelian).
  2. Balakrishnan, M., et al. (2022). The role of celebrity and influencer credibility in shaping consumer attitudes and purchase intention. Journal of Marketing Theory and Practice, 30(4), 365-380.
  3. Chen, Y., & Zhang, Y. (2025). The double-edged sword of influencer authenticity: Examining consumer skepticism and engagement among Gen Z. Journal of Business Research, 175, 114140.
  4. Cobain, K. (2020). Influencer Marketing: The Rise of the Micro-Influencer and its Impact on Consumer Behavior. Master Thesis, Dublin Business School.
  5. Gong, Y., et al. (2023). How social media influencer characteristics affect impulse buying behavior in Gen Z consumers. Computers in Human Behavior, 145, 107775.
  6. Jaiswal, A., et al. (2022). Unpacking the black box of influencer marketing: A systematic review of literature and future research agenda. Journal of Business Economics and Management, 23(6), 1146-1163.
  7. Kaur, H., & Singh, R. (2022). Influencer marketing in the age of digitalization: A systematic literature review from 2017 to 2021. Journal of Digital Marketing and Communication, 3(2), 1-17.
  8. Kotler, P., & Keller, K. L. (2016). Marketing Management (15th ed.). Pearson Education.
  9. Nugroho, A. F., et al. (2021). The effect of social media marketing activities and brand awareness on purchase intention through brand preference. Journal of Theoretical and Applied Information Technology, 99(1), 1-11.
  10. Petty, R. E., & Cacioppo, J. T. (1986). Communication and persuasion: Central and peripheral routes to attitude change. Springer.
  11. Ramos, A. S., et al. (2023). Exploring the relationship between influencer characteristics, brand trust, and purchase intention. Journal of Consumer Behaviour, 22(4), 840-858.
  12. Schouten, A. P., et al. (2020). The power of the peer: Investigating the effects of social media influencers on consumer decision making. Journal of Advertising, 49(3), 321-337.
  13. Singh, S., et al. (2023). Credibility and congruence: The dual effects of lifestyle influencers on Millennial purchase decisions. International Journal of Electronic Commerce, 27(3), 325-348.
  14. Vrontis, D., & Anna, H. (2021). The role of influencer marketing in consumer-brand engagement: A study on Gen Z fashion consumers. Journal of Consumer Marketing, 38(7), 785-797.
  15. Wang, T., et al. (2024). Processing sponsored content: Applying the Elaboration Likelihood Model to influencer marketing. Media Psychology, 27(1), 1-22.
  16. Zak, S. (2020). Influencer Marketing: Impact on Consumer Buying Behavior. Master Thesis, Masaryk University.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *