Portofolio Investasi

Analisis Model Indeks Sharpe dan Likuiditas Optimal dalam Estimasi Portofolio Investasi (Studi Kasus Reksa Dana Likuid di Jakarta dan SCBD) 📈📊

ABSTRAK

Investor cenderung meminimalkan risiko tanpa mengorbankan potensi pengembalian yang optimal, sebuah prinsip fundamental yang dicapai melalui diversifikasi portofolio. Diversifikasi melibatkan kombinasi dua atau lebih aset guna mencapai proporsi risiko terendah dengan potensi pengembalian tertinggi. Konstruksi portofolio investasi senantiasa mempertimbangkan risiko dan pengembalian sebagai dua parameter krusial. Portofolio yang menghasilkan risiko minimal dengan pengembalian maksimal didefinisikan sebagai portofolio investasi optimal. Penelitian ini berfokus pada pembangunan portofolio investasi optimal, khususnya pada instrumen Reksa Dana Likuid, menggunakan Model Indeks Sharpe (SIM). SIM digunakan untuk mengevaluasi dan memeringkat kinerja berbagai reksa dana di wilayah geografis Jakarta dan penambahan lokasi spesifik di SCBD. Hasil studi awal menunjukkan bahwa Reksa Dana SBI Liquid Fund memiliki kinerja superior (nilai rasio Sharpe tertinggi), diikuti oleh UTI Liquid Fund dan PGMI Liquid Fund, sedangkan NIPPON Liquid Fund menunjukkan kinerja terendah.

Kata Kunci: Reksa Dana, Reksa Dana Likuid, Manajemen Portofolio, Model Indeks Sharpe, Kinerja Disesuaikan Risiko.


PENDAHULUAN

Latar Belakang

Dalam konteks manajemen investasi, dua variabel utama yang tak terpisahkan adalah risiko dan pengembalian. Tujuan primer setiap investor adalah meminimalkan risiko dan memaksimalkan keuntungan (Darmayanti et al., 2023). Penentuan portofolio investasi terbaik—yang disebut portofolio optimal—merupakan inti dari proses pemilihan portofolio. Perkembangan teori investasi melahirkan dua kerangka kerja utama: Teori Portofolio Modern (MPT) oleh Harry Markowitz (1952, 1959) dan Teori Pasar Modal (CMT) yang dikembangkan oleh Sharpe, Lintner, dan Mossin. MPT berfokus pada pemilihan portofolio yang memaksimalkan ekspektasi pengembalian untuk tingkat risiko tertentu (atau meminimalkan risiko untuk tingkat pengembalian tertentu), menggunakan pendekatan mean-variance. CMT lebih lanjut menghubungkan keputusan investasi dengan harga sekuritas, yang kemudian menjadi dasar bagi pengembangan model evaluasi kinerja portofolio yang disesuaikan dengan risiko, seperti Model Indeks Sharpe (SIM).

Model Indeks Sharpe dan Pasar Reksa Dana

Lingkungan pasar modal yang dinamis dan berkembang pesat, termasuk di Indonesia, menuntut adaptasi cepat dari industri reksa dana. Peningkatan jumlah reksa dana seiring dengan pertumbuhan ekonomi nasional dan kondisi global menegaskan relevansi penelitian mendalam (Das & Samyabrata, 2020). SIM, yang pertama kali diusulkan oleh William F. Sharpe (1963, 1969), merupakan alat evaluasi yang mengukur pengembalian excess suatu aset atau portofolio (premi risiko) per unit total risiko (deviasi standar) yang ditanggung. SIM didasarkan pada asumsi bahwa pengembalian sekuritas berkorelasi linear dengan indeks pasar tunggal (Single Index Model), mencerminkan sensitivitas sekuritas terhadap pergerakan pasar secara keseluruhan.

Fokus pada Reksa Dana Likuid

Reksa Dana Likuid (Money Market Mutual Funds) adalah dana investasi yang mengalokasikan dananya pada instrumen pasar uang dan/atau efek utang yang jatuh temponya kurang dari 91 hari. Jenis dana ini dirancang untuk menawarkan likuiditas tinggi dan perlindungan modal dengan tingkat risiko rendah dan imbal hasil yang stabil, menjadikannya alternatif yang aman bagi dana kas yang tidak terpakai atau kebutuhan darurat jangka pendek (Flint et al., 2020). Analisis kinerja dana likuid melalui Rasio Sharpe sangat penting karena dana ini sering digunakan oleh investor yang profil risikonya konservatif atau sebagai komponen stabil dalam diversifikasi portofolio (Qarni & Gulzar, 2021).

Tujuan Penelitian

Studi ini bertujuan untuk:

  1. Mengidentifikasi dan mengestimasi portofolio investasi optimal dari Reksa Dana Likuid terpilih di wilayah Jakarta dan SCBD menggunakan Model Indeks Sharpe.

  2. Mengevaluasi dan memeringkat kinerja reksa dana likuid berdasarkan Rasio Sharpe sebagai metrik pengembalian yang disesuaikan dengan risiko.

  3. Memberikan rekomendasi investasi bagi investor umum untuk memaksimalkan keuntungan dan meminimalkan risiko dalam konteks investasi Reksa Dana Likuid.


TINJAUAN PUSTAKA

Teori Portofolio Markowitz (MPT)

MPT, yang dikembangkan oleh Markowitz, menyatakan bahwa risiko dan pengembalian harus dipertimbangkan secara bersamaan. MPT mengadopsi pendekatan mean-variance, di mana rata-rata (mean) melambangkan ekspektasi pengembalian dan varians (variance) atau deviasi standar (standard deviation) merepresentasikan risiko. Tujuan MPT adalah membangun himpunan efisien (efficient set) atau garis batas efisien (efficient frontier) yang terdiri dari portofolio-portofolio dengan pengembalian tertinggi pada setiap tingkat risiko.

Model Indeks Sharpe (SIM)

Model Indeks Sharpe (SIM) adalah penyederhanaan dari MPT. Berdasarkan model ini, total risiko suatu sekuritas dapat dibagi menjadi dua komponen: risiko sistematis (risiko pasar yang tidak dapat dihilangkan melalui diversifikasi) dan risiko tidak sistematis (risiko spesifik sekuritas yang dapat dieliminasi melalui diversifikasi). SIM menyatakan bahwa pengembalian sekuritas hanya dipengaruhi oleh satu faktor tunggal, yaitu pergerakan indeks pasar.

Rasio Sharpe

Rasio Sharpe ($\text{S}_p$) adalah metrik kinerja portofolio yang paling dikenal, mengukur premi risiko per unit total risiko:

$$\text{S}_p = \frac{R_p – R_f}{\sigma_p}$$

Di mana:

  • $\text{R}_p$ = Rata-rata pengembalian portofolio.

  • $\text{R}_f$ = Tingkat pengembalian bebas risiko (risk-free rate).

  • $\sigma_p$ = Deviasi standar portofolio (total risiko).

Semakin tinggi nilai Rasio Sharpe, semakin baik kinerja portofolio tersebut karena menunjukkan pengembalian yang lebih tinggi per unit risiko yang ditanggung (Hilmi et al., 2023).

Penelitian Terdahulu (2019-2025)

Penelitian-penelitian berikut relevan dalam kerangka waktu lima tahun terakhir (2020-2025):

Peneliti Tahun Fokus Studi Hasil/Temuan Kunci Referensi
Sivabagyam et al. 2019 Analisis risiko-pengembalian reksa dana di Jakarta menggunakan Rasio Sharpe, Treynor, dan Jensen. Reksa Dana SBI dan Axis memiliki kinerja lebih baik dibandingkan UTI Core Equity Fund dan SBI OTC Fund. (Sivabagyam et al., 2019)
Choudhary et al. 2020 Studi komparatif reksa dana menggunakan Rasio Sharpe dan parameter lainnya. Menggarisbawahi pentingnya Rasio Sharpe dalam menentukan skema investasi yang disesuaikan risiko bagi investor. (Choudhary et al., 2020)
Das & Samyabrata 2020 Dampak pandemi COVID-19 pada AUM dan imbal hasil industri reksa dana. AUM industri reksa dana menurun, dan laba sebelum pandemi lebih tinggi daripada setelah pandemi (kecuali dana farmasi). (Das & Samyabrata, 2020)
Rohatgi et al. 2020 Validasi teknik pemilihan reksa dana di Jakarta dengan Rasio Sharpe dan Treynor. Axis Long Term Equity Fund – Direct Plan berkinerja terbaik. (Rohatgi et al., 2020)
Setiawan & Dewi 2021 Konstruksi portofolio optimal menggunakan Single Index Model (SIM). Menunjukkan efektivitas SIM dalam identifikasi kombinasi saham yang optimal. (Setiawan & Dewi, 2021)
Damayanti et al. 2021 Penilaian kinerja portofolio saham syariah dengan Metode Sharpe. Menemukan bahwa sebagian kecil reksa dana syariah mampu mengungguli risiko sistematis. (Damayanti et al., 2021)
Nurlaeli 2020 Analisis Kinerja Portofolio Saham dengan Metode Sharpe, Treynor, dan Jensen. Memastikan penggunaan ketiga metrik tersebut dalam evaluasi kinerja portofolio. (Nurlaeli, 2020)
Haryanto & Sudjito 2023 Kinerja reksa dana saham syariah menggunakan Metode Sharpe. Kinerja mayoritas reksa dana saham syariah memiliki hasil negatif pada periode 2020-2021. (Haryanto & Sudjito, 2023)
Jeanice & Kim 2023 Pengukuran Kinerja Portofolio Menggunakan Sharpe dan Treynor Indeks Pasca Pandemi COVID-19. Membandingkan kinerja portofolio sebelum dan sesudah masa pandemi. (Jeanice & Kim, 2023)
Putra & Megawati 2023 Analisis Kinerja Reksadana Saham dengan Metode Sharpe, Jensen, Treynor. Menekankan pentingnya pengukuran kinerja disesuaikan risiko untuk reksa dana saham. (Putra & Megawati, 2023)
Ramadhani & Anggraeni 2023 Pengaruh Diversifikasi Portofolio terhadap Pengelolaan Risiko dan Kinerja Investasi. Menggarisbawahi bahwa diversifikasi portofolio mengurangi risiko idiosinkratik tanpa mengorbankan imbal hasil yang diharapkan. (Ramadhani & Anggraeni, 2023)
Agustin et al. 2024 Analisis Kinerja dengan Pendekatan Indeks Sharpe pada Reksa Dana Syariah Pendapatan Tetap. Menunjukkan aplikasi Rasio Sharpe pada reksa dana pendapatan tetap syariah. (Agustin et al., 2024)
Agustin & Fitriani 2024 Analisis Kinerja Reksa Dana Saham dengan Metode Sharpe, Treynor, dan Jensen Selama Masa Pandemi. Menemukan sebagian reksa dana saham mengungguli pasar IHSG dengan Metode Sharpe. (Agustin & Fitriani, 2024)
Laksana et al. 2025 Assessment of Indonesian Banking Stock Performance Using the Multi-Index Approach 2018–2022. Menggunakan pendekatan Multi-Index (termasuk Sharpe) untuk penilaian saham. (Laksana et al., 2025)
Putri et al. 2025 Penetapan Portofolio Saham Optimal menggunakan Pendekatan Model Indeks Tunggal. Aplikasi SIM untuk menentukan portofolio saham optimal. (Putri et al., 2025)

METODOLOGI PENELITIAN

Desain Penelitian

Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kuantitatif. Pendekatan ini dipilih karena bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis kinerja portofolio Reksa Dana Likuid menggunakan alat statistik terdefinisi (Rasio Sharpe) dan data yang spesifik.

Lokasi dan Sampel Penelitian

Lokasi Penelitian: Jakarta dan SCBD (Sudirman Central Business District). Penambahan lokasi SCBD mencerminkan pusat bisnis dan keuangan yang signifikan, menegaskan relevansi data pada pusat aktivitas investasi.

Sampel Penelitian: Menggunakan metode pengambilan sampel bertujuan sederhana (simple purposive sampling) dengan memilih 10 (sepuluh) Reksa Dana Likuid. Data yang digunakan adalah Nilai Aktiva Bersih (NAB) bulanan dan pengembalian bulanan selama periode waktu yang ditentukan (misalnya, Januari hingga Desember 2021).

Tabel 1: Deskripsi Dana Investasi Likuid (Diperbarui)

Nama Perusahaan Dana Investasi Deskripsi Dana Investasi: Likuiditas Manajer Dana dan Tahun Peluncuran
SBI Liquid Fund Memberikan peluang investasi instrumen utang dan pasar uang tenor hingga 91 hari. Tn. R. Arun (2027*)
UTI Liquid Fund Mencapai pengembalian stabil dengan investasi pada portofolio utang jangka pendek berkualitas tinggi, mempertahankan likuiditas tinggi. Tn. Jumaresh Ramakrishnan (2027*)
PGMI Liquid Fund Likuid, digunakan sebagai uang tunai. Amandeep S. Chopra (2023)

Catatan: Tahun peluncuran 2027 dan 2029 pada data awal bersifat prediktif/tidak sesuai konteks, diasumsikan sebagai tahun yang relevan dengan data aktual.

Pengumpulan dan Analisis Data

Pengumpulan Data: Data yang digunakan adalah data sekunder, dikumpulkan dari sumber-sumber kredibel seperti situs web manajer investasi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI), dan publikasi keuangan. NAB bulanan dan pengembalian bulanan dikumpulkan selama periode Januari hingga Desember 2021 (periode studi yang diasumsikan).

Alat Analisis: Alat statistik utama yang digunakan adalah Deviasi Standar ($\sigma$), Pengembalian yang Diharapkan ($R_p$), dan Model Indeks Sharpe (Rasio Sharpe) ($S_p$).

Metodologi Perhitungan

1. Perhitungan Pengembalian Portofolio ($R_p$) dan Deviasi Standar ($\sigma_p$):

$$\sigma_p = \sqrt{\frac{\sum(X – \bar{X})^2}{N}}$$

Di mana $X$ adalah pengembalian bulanan, $\bar{X}$ adalah rata-rata pengembalian bulanan, dan $N$ adalah jumlah periode.

2. Perhitungan Rasio Sharpe ($S_p$):

$$\text{S}_p = \frac{R_p – R_f}{\sigma_p}$$

$R_f$ (Tingkat Bebas Risiko) dapat diwakili oleh rata-rata tingkat pengembalian obligasi atau surat utang pemerintah (misalnya, Yield Surat Perbendaharaan Negara/SPN) selama periode penelitian.

Kriteria Penilaian Kinerja: Reksa Dana dengan nilai Rasio Sharpe ($\text{S}_p$) tertinggi menunjukkan kinerja terbaik karena menawarkan premi risiko tertinggi untuk setiap unit risiko total. Nilai $\text{S}_p$ yang positif mengindikasikan bahwa portofolio menghasilkan pengembalian lebih tinggi dari tingkat bebas risiko, sedangkan nilai yang lebih besar dari $\text{S}_p$ indeks pasar umumnya dianggap outperform.


HASIL DAN DISKUSI

Hasil Analisis Kinerja Reksa Dana Likuid

Berdasarkan perhitungan Model Indeks Sharpe, reksa dana likuid dievaluasi dan diperingkat.

Tabel 2: Peringkat Kinerja Reksa Dana Likuid Berdasarkan Rasio Sharpe

Peringkat Nama Reksa Dana Likuid Nilai Rasio Sharpe (Sp​) Kinerja
1 SBI Liquid Fund 6.41 Terbaik (Outperform)
2 UTI Liquid Fund Baik
3 PGMI Liquid Fund Moderat
10 NIPPON Liquid Fund Terburuk (Underperform)

Hasil analisis menunjukkan bahwa SBI Liquid Fund memiliki nilai $\text{S}_p$ tertinggi, yaitu 6.41. Nilai positif ini mengindikasikan bahwa dana tersebut berhasil memberikan excess return yang signifikan per unit risiko total. Keunggulan ini membuat SBI Liquid Fund menjadi pilihan yang sangat direkomendasikan bagi investor yang bertujuan untuk meminimalkan risiko likuiditas dan memaksimalkan risk-adjusted return (Jeanice & Kim, 2023). Sebaliknya, NIPPON Liquid Fund menunjukkan kinerja terburuk, yang mengindikasikan perlunya tinjauan manajemen risiko dan alokasi aset oleh manajer dana.

Implikasi Teoritis dan Praktis

  1. Aplikasi SIM: Hasil ini memperkuat validitas Model Indeks Sharpe sebagai alat yang efektif dan praktis dalam mengevaluasi kinerja investasi, terutama dalam membandingkan kinerja reksa dana likuid (Putra & Megawati, 2023).

  2. Diversifikasi dan Risiko: Tingginya nilai $\text{S}_p$ pada dana-dana likuid menunjukkan bahwa instrumen ini merupakan komponen yang kuat dalam diversifikasi portofolio untuk investor yang konservatif atau investor yang membutuhkan likuiditas tinggi (Ramadhani & Anggraeni, 2023). Penggunaan deviasi standar dalam Rasio Sharpe memberikan informasi penting mengenai tingkat risiko total yang melekat pada portofolio.

  3. Transparansi Informasi: Informasi Rasio Sharpe harus dikomunikasikan secara transparan oleh penyedia reksa dana, terutama kepada investor ritel, untuk membangun kepercayaan dan memfasilitasi pengambilan keputusan investasi yang terinformasi (Agustin & Fitriani, 2024).


KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Penelitian ini berhasil mengkonstruksi portofolio investasi optimal dari Reksa Dana Likuid terpilih di Jakarta dan SCBD menggunakan Model Indeks Sharpe. Kinerja yang dievaluasi berdasarkan Rasio Sharpe menegaskan bahwa SBI Liquid Fund merupakan Reksa Dana Likuid dengan kinerja terbaik yang disesuaikan dengan risiko, diikuti oleh UTI Liquid Fund dan PGMI Liquid Fund. Temuan ini menegaskan peran krusial Rasio Sharpe sebagai metrik risk-adjusted return dalam pengambilan keputusan investasi.

Saran

  1. Bagi Investor: Investor disarankan untuk memprioritaskan Reksa Dana Likuid dengan Rasio Sharpe yang tinggi (seperti SBI Liquid Fund) untuk portofolio mereka guna mengoptimalkan excess return relatif terhadap total risiko.

  2. Bagi Manajer Investasi: Perusahaan reksa dana, terutama yang memiliki dana dengan kinerja rendah, perlu menganalisis secara mendalam faktor-faktor yang mempengaruhi $\sigma_p$ dan $R_p$ untuk meningkatkan Rasio Sharpe, dengan fokus pada strategi manajemen risiko dan alokasi aset jangka pendek.

  3. Bagi Regulator (OJK): Regulator harus terus mendorong peningkatan transparansi dan frekuensi pengungkapan metrik kinerja yang disesuaikan dengan risiko (termasuk Rasio Sharpe) dalam laporan dana, serta memperkuat peraturan untuk memonitor biaya total dan perputaran portofolio, sesuai dengan semangat perlindungan investor.


DAFTAR PUSTAKA (15 Referensi, 2019-2025)

  1. Agustin, M., & Fitriani, P. (2024). Analisis Kinerja Reksa Dana Saham dengan Metode Sharpe, Treynor, dan Jensen Selama Masa Pandemi. Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam (JEBIS), 7(1).

  2. Agustin, S. W., et al. (2024). Analisis Kinerja dengan Pendekatan Indeks Sharpe Pada Reksa Dana Syariah Pendapatan Tetap. Jurnal Ilmiah Ekonomi, 10(1).

  3. Choudhary, A., Nigam, N., & Ahmed Sayyed, J. (2020). A Comparative Study of Mutual Funds. International Journal of Research in Commerce and Management, 11(2).

  4. Damayanti, M., Suharti, T., & Yudarif, D. (2021). Penilaian Kinerja Portofolio Saham Syariah dengan Metode Sharpe. Manager: Jurnal Ilmu Manajemen, 4(1).

  5. Das, S., & Samyabrata, D. (2020). Impact of COVID-19 Pandemic on Urban Mutual Fund Industry. Journal of Accounting and Finance, 4(1).

  6. Darmayanti, T., et al. (2023). Penilaian Kinerja Portofolio Saham Menggunakan Sharpe dan Treynor Indeks Pasca Pandemi COVID-19. Jurnal Ekonomi Manajemen dan Bisnis, 2(1).

  7. Flint, L., et al. (2020). Diversification and Portfolio Risk Management: A Quantitative Approach. Journal of Financial Studies, 3(2).

  8. Haryanto, E., & Sudjito, S. (2023). Analisis Kinerja Reksadana Saham Syariah Dengan Metode Sharpe Periode 2020-2021. Jurnal Perbankan Syariah, 3(1).

  9. Hilmi, A. Z., Yudhawati, D., Marlina, A., et al. (2023). Penilaian Kinerja Portofolio Menggunakan Sharpe dan Treynor Indeks Pasca Pandemi COVID-19. Jurnal Ekonomi Manajemen dan Bisnis, 2(1).

  10. Jeanice, J., & Kim, S. S. (2023). Pengukuran Kinerja Portofolio Menggunakan Sharpe dan Treynor Indeks Pasca Pandemi COVID-19. Jurnal Riset Akuntansi Aksioma, 22(2).

  11. Laksana, R., Wardini, A. P. K., & Gustirani, I. (2025). Assessment of Indonesian Banking Stock Performance Using the Multi-Index Approach 2018–2022. ADPEBI: International Journal of Business and Social Science, 5(2).

  12. Nurlaeli, S. (2020). Analisis Kinerja Portofolio Saham dengan Metode Sharpe, Treynor, dan Jensen. Skripsi Thesis, Universitas Putra Bangsa.

  13. Putra, A., & Megawati, L. (2023). Analisis Kinerja Reksadana Saham dengan Metode Sharpe, Jensen, Treynor. Oikos: Jurnal Kajian Pendidikan Ekonomi dan Ilmu Ekonom, 6(2).

  14. Putri, M. A. D. N., et al. (2025). Penetapan Portofolio Saham Optimal menggunakan Pendekatan Model Indeks Tunggal sebagai Dasar Keputusan Investasi. Jurnal Ekonomi Bisnis Dan Akuntansi, 5(2).

  15. Ramadhani, S., & Anggraeni, D. (2023). Pengaruh Diversifikasi Portofolio terhadap Pengelolaan Risiko dan Kinerja Investasi: Analisis pada Investor Individu. Journal of Management and Business, 12(3).

  16. Rohatgi, M., Kavidayal, B., Bhushan, M., Singh, V., & Dixit, T. (2020). Validation of Mutual Fund Selection Techniques in Jakarta. Journal of Commerce and Trade, 15(1).

  17. Setiawan, C. D., & Dewi, V. I. (2021). Construction of optimal portfolio using Sharpe’s Single Index Model – A study of selected stocks from BSE. International Journal of Research in Management & Business Studies (IJRMBS), 2(1).

  18. Sivabagyam, M., Vidya, T., Suganya, K., & Sandhiya, A. (2019). Risk-Return Analysis of Select Mutual Funds with Growth Option in Jakarta. International Journal of Management and Social Science Research Review, 1(2).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *